Penulisan angka berbeda-beda antar satu negara dengan daerah yang lain bergantung pada konvensi-konvensi yang berlaku di negara tersebut. Contohnya saja penulisan angka empat ribu tiga ratus tujuh puluh delapan koma satu. Untuk di US penulisannya 4,378.1 dan di Eropa adalah 4.378,1. Contoh tersebut bmenunjukk betapa rumitnya pemakaian tanda baca untuk simbolisasi sebuah angka. Untuk menghindari salah-paham, maka dibuatlah sebuah konvensi dalam hal penulisan angka. menurut konvensi, angka diatas menjadi 4 378.1.
Salah satu fungsi angka yang cukup krusial adalah untuk menghitung jumlah. Contoh penggunaannya seperti kita bisa menyatakan bahwa pada sejumlah daerah terdapat bulat 8 rumah dan 16 pohon serta 10 mobil.
Fungsi angka yang lain adalah untuk menyatakan ukuran suatu benda. Contoh penggunannya adalah seperti kita dapat menyatakan panjang suatu batang seperti 7.5 +
Permasalahan krusial dalam angka adalah dimana dalam setiap kita menyatakan suatu besaran yang memuat ketidakpastian, kita akan selalu menemukan ketidakpastian tersebut sampai seberapapun telitinya kita mengukur (kasus diatas)..
Akan selalu ada nilai TAK TEPAT dari laporan suatu pengukuran.... TIDAK!!!!!!
Dalam suatu pengukuran, selalu terdapat istilah-istilah yang menunjukkan ketidaktepatan nilai seperti accuracy dengan precision, systematic errors dengan random errors, dan uncertainty dengan errors.
Accuracy adalah suatu kecenderungan dimana hasil acak suatu pengukuran menuju nilai yang benar tanpa melihat sebaran nilainya sempit atau tidak.
Precision adalah suatu kecenderungan dimana hasil pengukuran menunjukkan nilai-nilai yang mendekati nilai yang sama terus-menerus tanpa melihat kebenaran atau kesalahan nilai hasil pengukuran
Random errors terjadi karena keadaan membuat pengukuran menjadi tidak teliti tanpa melihat ketidaktelitian alat prngukur. Contoh nyatanya saat kita mengukur tegangan suatu benda di daerah yang bergetar. hal itu menyebabkan jarum penunjuk bergoyang dan pembacaannya jadi tak tepat.
Systematic errors terjadi karena prosedur/teknik pengukuran atau alat pengukuran kita salah, sehingga nilainya menjadi tak tepat. Contohnya saat kita mengukur nilai entalpi dari suatu reaksi, kita mendapatkan nilainya terlalu kecil dari yang sesungguhnya. Hal itu mungkin terjadi karena kita salah mengkalibrasi ketetapan kalorimeter tempat terjadinya reaksi.
Uncertainty adalah nilai yang dihasilkan dari hasil pengukuran dibawah kondisi "random error" dan menunjukkan tidak presisinya suatu pengukuran terhadap nilai yang benar
Errors adalah nilai yang menunjukkan hasil pengukuran dibawah kondisi "systematic error" dan nilai ini menunjukkan seberapa akuratnya nilai hasil pengukuran tersebut terhadap nilai yang benar
Pada pengukuran juga selain terdapat ketidakpastian, juga terdapat nilai-nilai yang sangat besar sekali seperti kecepatan cahaya, bilangan avogadro, dll.....
Untuk mengefisienkan penulisan bilangan-bilangan tersebut saat kita harus menuliskannya, maka kita dapat menggunakan aturan significant figures.
Aturan dari pemakaian Significant Figures :
1. Penulisan tergantung seberapa teliti nilai yang dapat kamu amati
2. Angka nol untuk nilai-nilai desimal tidak diikutkan.
