Case Description :
Di sebuah daerah di Bandung (lokasi tak disebutkan-red), terdapat sebuah desa yang berencana memasang polisi tidur di jalan yang terdapat di daerah mereka. Beberapa pihak ada yang menerima usul ini dengan alasan keamanan. Beberapa pihak lain juga ada yang menerima alasan ini sebagai salah satu sarana untuk penambahan pemasukan (semakin banyak proyek, semakin banyak pemasukan). Namun, beberapa pihak dari daerah tersebut menolak dan mengatakan proyek ini selain mengada-ada juga mengurangi efisiensi laju kendaraan.
Sebagai penjelas, saya akan menjelaskan keadaan jalan di daerah tersebut. Daerah tersebut memiliki jalan yang cukup lebar( paling maksimal 2 mobil melaju di daerah tersebut, dan itupun saling menepi sampai terlalu ke pinggir). Pengguna jalan di daerah tersebut antara lain ibu-ibu, mahasiswa yang menyewa kamar kost di daerah tersebut, anak-anak yang bermain, para pedagang, pengguna kendaraan bermotor. Keadaan jalan tersebut cukup ramai (pejalan kaki dan pedagang kaki lima) serta banyak warung disekitar daerah tersebut. Kendaraan yang lewat intensitasnya cukup tinggi dan terkadang terdapat beberapa anak muda yang memacu kendaraan dengan kecepatan cukup tinggi.
Berikut adalah teknik-teknik pengambilan keputusan berkaitan dengan pemasangan polisi tidur di daerah tersebut:
1. Egoisme Etikal :
Sebagai salah seorang mahasiswa yang menyewa kost-kostan di daerah tersebut, saya pasti akan menyetujui pemasangan polisi tidur di daerah tersebut dengan alasan:
Ø Membuat saya merasa aman ketika saya harus melakukan kegiatan saya di sekitar jalan tersebut.
Ø Mengurangi kebisingan dengan jalan membuat kendaraan melaju semakin pelan ketika harus melewati polisi tidur tersebut.
2. Utilitarianisme:
Sasaran audiens yang terkena dampak :
- Anak-anak dan manula
- Orang dewasa dan paruh baya
- Pemakai kendaraan bermotor
- Mahasiswa
Option 1 :
Tak Pasang Polisi Tidur :
| Keamanan anak-anak dan manula : - anak-anak - manula | -5 [8,-8]* |
| Keamanan orang-orang dewasa : - Dewasa - Mahasiswa | -3 [6,-6] |
| Kelancaran jalannya kendaraan : - Pemakai kendaraan bermotor | 7 [7, -7] |
| Efisiensi waktu - Mahasiswa - Pemakai kendaraan bermotor | 7 [7, -7] |
| Penghematan Biaya | 5 [5, -5] |
| Kelancaran aktifitas pejalan kaki - Anak-anak dan manula - Dewasa pejalan kaki - Mahasiswa | -5 [6,-6] |
| Total | 6 |
* = [nilai maksimum, nilai minimum]
Option 2 :
Memasang polisi tidur
| Keamanan anak-anak dan manula : - anak-anak - manula | 7 [8,-8]* |
| Keamanan orang-orang dewasa : - Dewasa - Mahasiswa | 6 [6,-6] |
| Kelancaran jalannya kendaraan : - Pemakai kendaraan bermotor | -3 [7, -7] |
| Efisiensi waktu - Mahasiswa - Pemakai kendaraan bermotor | -6 [7, -7] |
| Penghematan Biaya | -3 [5, -5] |
| Kelancaran aktifitas pejalan kaki - Anak-anak dan manula - Dewasa pejalan kaki - Mahasiswa | 6 [6,-6] |
| Total | 7 |
* = [nilai maksimum, nilai minimum]
Kesimpulannya : Harus dipasang polisi tidur karena nilai utilitarianismenya lebih tinggi
3. Analisis Hak
Sasaran audiens yang akan dianalisis :
- Anak dan manula (pejalan kaki)
- Ibu-ibu rumah tangga (pejalan kaki)
- kalangan profesi pemakai kendaraan bermotor (termasuk mahasiswa)
- Kalangan profesi tidak memakai kendaraan (termasuk mahasiswa)
Hak-hak yang dilanggar
| Tidak memasang poilisi tidur | Memasang polisi tidur |
| Anak-anak dan manula : 1. Hak untuk hidup 2. Hak untuk mendapat kepenuhan hidup | Anak-anak dan manula : - (tak ada) |
| Ibu-ibu rumah tangga : 1. Hak mendapat kepenuhan hidup | Ibu-ibu rumah tangga : -(tak ada) |
| Kalangan profesi pemakai kendaraan bermotor : - (tak ada) | Kalangan profesi pemakai kendaraan bermotor : 1. Hak mendapat kepenuhan hidup |
| Kalangan profesi tak memakai kendaraan bermotor : 1. Hak mendapat kepenuhan hidup | Kalangan profesi tak memakai kendaraan bermotor : -(tak ada) |
Dari hasil analisis hak diatas, dapat disimpulkan bahwa keputusan yang paling tepat dan tidak melanggar hak banyak orang adalah :
Memasang polisi tidur.