Senin, 21 September 2009

Gila Ni Hari (GNH)!!!!!

Fiuh, setelah beberapa hari gw berada di Jakarta sambil memendam rasa kesal gw, akhirnya bisa juga ditumpahkan ini perasaan.

Mungkin pada nanya kali ya kenapa gw kesel.Ya iyalah, gimana gak kesel coba. Liburan gw kagak ada isinya apa-apa atau bahasa inggris yang kerennya "nearly useless" disamping ngunjungi orangtua gw yang sudah dengan penuh kerinduan mengundang gw bertemu dengan mereka kembali di rumah (which means diundang jadi pekerja sekaligus penghabis nasi tambahan di rumah...hehehehe..). Tetapi, selain itu gw hampir gak ngapa-ngapain di Jakarta ini (FYI : Sekarang gua lagi nuntut ilmu di Bandung, jadi gw pulang kampungnya ke Jakarta, wakakaka)

Emang sih, beberapa hari sebelum keberangkatan gw udah berencana di dalam hati gw buat belajar beberapa hal dan bgerjain beberapa tugas gw yang dikasih ama salah satu dosen awak (dengan merasa tidak bersalahnya, si dosen berkata "maafin saya ya kalo ada salah soalnya kita gak mungkin ketemu pas lebaran. Nah, sebagai pengganti waktu belajar selama liburan saya akan berikan tugas......bla-bla-bla...matlab....kumpul selesai lebaran..." WHAT!!!!! tugas matlab???? ngeliat itu program aja baru sekali, mana mungkin ngerjain tugas pakai matlab??????), belajar matlab (untuk menunjang itu ngerjain tugas), kerja-kerja dikit di rumah (biar gak ada mbak yang nyapu dan ngepel, rumah harus tetep bersih kan??), dan ngasih beberapa film koleksi ke adik gw 'tercinta' (yang ini juga disuruh dia..)

Namun, yang bisa kukerjakan dari semua agenda "liburan lebaran"-ku diatas hanya 2 dari 4 agenda (yang 2 teratas tidak dapat dikerjakan dengan mudah ternyata, butuh niat dan jiwa yang kuat dan butuh komputer yang cukup juga...jadi nyesel itu komputer gak dipaksa di upgrade....). Huh..... alhasil kerjaan gw di rumah bener-bener gak ada faedahnya sama sekali buat gw dan kelangsungan studi gw (cuih...bahasa lu van...). Satu hal yang bikin gw juga kesel ama nih liburan kali ini adalah :

"Adik dan nyokap gw nonton film romansa dari negeri Asia Timur sana sambil mengeluarkan komentar-komentar yang buat gw pribadi buat gw agak jijik dan merinding mendengarnya. mana adik gw juga pakai ngeluarin 'sound effect' tambahan dari mulutnya sendiri yang seriously make me annoyed...wuekss..."

Yah jadi deh gw ngabisin ini liburan dengan tiduran aja seadanya di jakarta (ampe adik gw yang nonton itu ngomel-ngomel ama gw karena tidur mulu. Gak tahu juga kenapa, tapi tiap kali gw dirumah, gw gampang banget buat tidur. wakakaka), dan mendengar celotehan mesra adik dan ibuku tercinta selama menonton film mereka, serta beberapa agenda tambahan gw pribadi....


Fiuh... gak ada kata-kata mutiara yang bisa gw inget or gw buat untuk para pembaca sekalian nih selama nulis ini. Namun, ada satu hal yang terus aja terngiang di pikiran gw selama liburan ini. Perkataan Bunda Teresa "Ora et labora". Gak tahu kenapa ngena banget ke gw. Mungkin harus gw pahami lagi lebih dalam kali maknanya yah...

Sip dah....

Lord, please help me to understand this all.... Thanks :)

Rabu, 15 April 2009

Kasus Akdemik Pertamax

Pertamax...

hehehe..kaya bahasa kaskus-ers (padahal gw ga pernah ikutan kaskus atau forum semacamnya)

Hari ini, aku dan beberapa temanku menghadap ke kordas lab elektronika kami dengan wajah puat dan jantung deg-degan tapi hati penuh harap. Kenapa? Begini eritanya..

Jadi beberapa hari yang lalu (hari selasa 1 minggu sebelum tulisan ini ditulis), aku dan beberapa kawanku mengerjakan tugas pendahuluan buat praktikum kami untuk keesokan harinya. Pekerjaan dilakukan di kost-an sangkuriang No. 46 (untuk selanjutnya disebut lokasi atau TKP. hehehe..). Kami mengerjakan beberapa jumlah pertanyaan yang sebenarnya sedikit namun cukup menggugah pemikiran analitis kami. Kami mengerjakan tugas tersebut hingga subuh hari (pukul 03.00 WIB). Melihat tidak kuatnya badan kami untuk melanjutkan pekerjaan kami, dan hari esok yang akan kami alami aakan cukup berat, maka kami menganggap tugas itu sudah cukup dan sudah bisa dikumpulkan keesokan harinya.

Keesokan harinya, kami bangun pukul setengah 7 pagi dengan masih pegal-pegal. Alhasil melihat waktu yang sudah cukup mepet, kami memutuskan untuk mengeprint tugas pendahuluan kami secepatnya lalu ikutan praktikum dengan baik-baik. Namun, alangkah bodohnya kami, tugas tersebut ternyata mirip sekali (ya iyalah..wong kerja bareng dan mikir bareng dan ngetik bareng. Terus kagak diedit sedikitpun lagi). Seteah selesai praktikum, akhirnya kamipun berlibur ria dan balik ke kampung halaman masing-masing.

Nasib naas ternyata kami alami ketika kami masuk kembali ke kampus. Koordinator laboratorium kami (gak usah disebut namanya, kagak etis), melihat pekerjaan yang mirip tersebut. Beliau mengira kami melakukan kecurangan akademis pada praktikum tersebut. Alhasil kami pun dimasukkan ke dalam pengumuman sebagai mahasiswa 'terpidana' yang tidak akan lulus mata kuliah tersebut. Maka, aku dan temanku menjerit ketakutan ukan main (hiiii...bergidik tahu mendengar kata-kata tidak lulus). Sehingga, untuk mengklarifikasi masalah tersebut, kamipun berinisiatif untuk menemui kordas dahulu sebelum menemui korlab.

Dari hasil pembicaraan kami dengan kordas, terkesan kami memang melakukan beberapa kesalahan. Terutama dalam masalah "kemauan berusaha" dan "tindakan meremehkan". Hal itu terlihat jelas dari usaha kami. Setelah berincang-bincang dengan kordas, pembicaraan kami menemui jalan buntu dan rencananya akan langsung ditanyakan kepada korlab mengenai kelanjutanstatus kami di mata kuliah ini (standing applause buat kakak kordas yang udah mau bantuin kami). Yah berharap aja agar korlab mau memberi semacam "keringanan" seperti tugas tambahan atau mungkin memuat nilai modul kami 0. Itu saja sudah cukup.

Dari pengalaman hari ini, saya secara pribadi mendapatkan banyak pelajaran, yaitu:
1. JANGAN PERNAH MEREMEHKAN HAL KECIL. Dari contoh ini saja sudah jelas bahwa ketika kami meremehkan hal kecil, hasilnya akan berdampak kacau banget. Sebenarnya banyak sih contoh lain yang menggambarkan ini (teleskop Hubble, Paten ell, dan lain-lain)

2. KORDAS KAMI BAIK SEKALI. Dari hasil pemicaraan kami, terlihat bahwa beliau sebenarnya sangat berniat baik kepada kami. Beliau rela meela anak didiknya biar mendapatkan hal yang terbaik dalam studinya (nilai). Two Thumbs Up buat kordas kami!!!!!

3. KORLAB KAMI SANGAT PERHATIAN PADA KAMI. Ketika kami berbicara tentang keputusan beliau dan apa yang beliau katakan ketika mengambil keputusan itu, seketika itu juga semua paradigma kami yang salah pada beliau seakan-akan mulai bergeser. Beliau menyatakan, tindakan "copy paste" yang dilakukan oleh akademisi sebenarnya adalah tindakan yang keterlaluan. Hal ini sama saja dengan memperbolehkan tindakan pencurian terjadi di semua level kehidupan. Hal ini menjadi lebih keterlaluan lagi jika terjadi di perguruan-perguruan tinggi yang memiliki pengaruh di suatu negara (mau kemana nasib bangsa ini kalo anak didiknya kayak gini terus). Beliau menginginkan anak didiknya memiliki integritas di semua level kehidupan. Two Thumbs Up buat korlab kami....

4. PEGANG DAN PERHATIKAN NASEHAT-NASEHAT. Sebelumnya kordas kami telah menyatakan berulang kali tentang tindakan kecurangan akademis dan bagaimana sebenarnya tindakan yang benar, mendidik, dan menguntungkan bagi kami para akademisi. Karena kami tak begitu memperhatikan dan meng "iya" kan nasehat beliau, akhir kata kami justru terjebak dalam masalah ini.

Huff... semiga ini semua bisa berlalu deh...

Ye......

Rabu, 11 Maret 2009

Aduh.....Sakit kagak enak...

Pagi kemarin, aku sama berberapa temanku bermain bola dengan asyiknya di lapangan "tanah" di Imam Bonjol (latihan rutin bola-HME). Senang nian daku karena bisa bermain begitu lepas. Selasai bermain masih bisa buka-buka buku sedikitt baca-baca dan nonton-nonton dari komputer. Setelah itu bisa tidur dengan senang

Namun, hari ini, kagak enak abis!!!!!

Sakit-sakitan di kost-an sendirian.
Ini pasti gara-gara kemarin kena hujan berkali-kali dan akhirnya sakitnya bertumpuk-tumpuk. Bayangin ajah, habis makan kena hujan (tanpa pakai payung), jalan ke kampus kena hujan (gak ada pake payung lagi), sampe pulang pun kena hujan lagi (naik motor kenceng-kenceng dan TIDAK PAKAI PAYUNG JUGA).
Walhasil aku pun gak bisa menikmati hari ini dengan begitu nyaman. Makan gak enak, minum kerasa sakit, tidur kepala nyut-nyutan, belajar boro-boro, nonton film apa lagi...
Bahkan ketika saya lagi nulis ini blog, perlu diketahui saya sedang menahan sakit yang amat sangat tidak mengenakkan. Namun, demi memberikan informasi terbaru untuk pembaca sekalian, daku rela sakit-sakitan dan rela disakiti (halah........lebay kali pun)

Pelajaran berharga yang bisa diambil dari sini adalah:
1. Hargai kesehatan yang sudah anda miliki.
2. Gunakan waktu anda dengan sebaik-baiknya ketika anda sehat agar tidak terbuang sia-sia
3. Jangan mau sakit lagi...

Sabtu, 07 Maret 2009

Penutupan Dies Emas yang menggugah

Hari ini, aku datang ke kampus pagi-pagi sekali. Unit ku tampil hari ini dalam rangka penutupan Dies Natalis

Emas ITB. Aku datang sambil sekalian nunggu jadwal main bola dari HME. hehehe...
Acaranya cukup heboh. Keren dan yah....lumayan menakjubkan walaupun yang nonton rada sepi. Yang nonton

cuma anggota unit-unit yang tampil doang plus beberapa anak SR yang lagi ambil gambar lewat kameranya

(Lagian buat acara pagi-pagi, hari sabtu pulak)....

Setelah agak puas nontonin orang nampil di plawid awak langsung cabut ke lapangan CC. Ternyata oh ternyata....ada penampilan dari beberapa unit lain juga disana. Yang lagi nampil waktu itu ISO. Wauw kk wauw...(kaskus mode on)... Mantap mainnya.... Waktu sedang menonton, aku memutuskan untuk lihat-lihat keadaan sebentar, ngeliat yang lagi nonton, ngeliat temen-temen HME siapa aja (ada yang baru jadian ternyata disitu) dan tiba-tiba kelihatalah sebuah dinding yang ukurannya cukup besar dan banyak berisi tulisan-tulisan lucu. Waktu kutanya sama temenku disebelah, apa gunanya ituh dinding, kenapa banyak tulisannya, Plus ada tulisan juga "Selamat Ulang

Tahun ITB dari Jak mania ITB" yang gw rasa gw tahu siapa ituh oknum yang nulis beliau langsung menjelaskan bahwa dinding itu emang sengaja diperuntukkan buat semua mahasiswa yang mau nulis dan ngasih ucapan selamat buat sang "Ganesha" atas ulang tahunnya yang ke-50. Lucu dan kreatif juga yah idenya... (kayak tugu yang di jakarta yang boleh dicorat-coret).

Namun, dari semua tulisan tersebut, banyak kelihatan tulisan yang menunjukkan kekecewaan dari berbagai mahasiswa terhadap apa yang dilakukan oleh ITB dalam rangka mencari uang (dana abadi -red) untuk memenuhi kebutuhan finansialnya supaya tetap jalan. Selain itu, ada juga tulisan yang mengkritik perkembangan ITB yang semakin melempem.
Jadi inget kata Pak Budi waktu ngajar dulu ,"ITB dulu ama sekarang beda. Walau sama-sama top, cuman skalanya beda jauh banget. Dulu Universitas no.2 setelah ITB bedanya bisa 5 level, kalo sekarang paling bedanya cuma ampe 2 level". Hm.... sedih juga sih dengernya...
Melihat dan mengingat hal tersebut, awak langsung mikir siapa yang menyebabkan semua ini? Pemerintah? Rektorat? Rakyat? mahasiswa? alumni? unit-unit? atau para pengusaha di dunia lain yang tak bisa dijangkau sama tangan kita lagi?
Kalau dipikirin baik-baik sih, sebenarnya kita semua juga ambil bagian dalam kemunduran ini. Gak perlu disebutin satu-satu. Kita cukup sadar bahwa kita juga bersalah dalam hal ini dan harus introspeksi diri kita mengenai apa saja kegiatan yang kita lakukan selama ini yang menyebabkan dunia pendidikan di ITB semakin bobrok.

Semoga semua sadar kalo kita ini punya dampak dalam semua hal. Kita harus ingat bahwa sebelum kita melakukan segala sesuatu kita harus berpikir apakah tindakan itu akan membawa kebaikan bagi banyak pihak atau tidak.

Salam...

Sabtu, 21 Februari 2009

Berdiskusi tentang Rektorat

Malam ini , Ivan bertemu dengan seorang kawan di UKSU. Rencana tadi mau rapat dengan beberapa kawan membicarakan tentang kegiatan yang akan diadakan dekat-dekat ini. Namun, apa daya, bahan yang mau dibicarakan belum didapat dari sumbernya
alhasil kami batal rapat.

Setelah itu, kami akhirnya bercanda ria di sekre tercinta kami bersama beberapa teman dan kawan-kawan di sana. Latihan persiapan Dies Natalis Uksu ke-30 ikut mengiringi kami bercanda ria (saling menghujat dan saling bergulat) di sekre.

Ditengah bercanda-canda ria, aku memperhatikan 2 kawanku sedang berbicara serius dan intens banget. Tertarik, aku hampiri mereka dan kudengarkan permasalahan apa yang mereka bicarakan. Hm... ternyata mereka sedang membicarakan tentang keputusan Rektorat tentang kasus kaderisasi kemarin...

Hm...Sambil ikut memperhatikan aku menemukan banyak ungkapan kekecewaan mereka terhadap rektorat. Terutama mereka berdua berada di Fakultas yang sama, FTSL. Alhasil, mereka menyayangkan keputusan rektorat yang pasti menyulitkan teman-temannya. Salah satu temanku juga mengeluhkan mengenai pola pengambilan kepuusan yang mereka lakukan sebelum mendengar segala sesuatunya dari pihak yang terkait. Sungguh mengenaskan memang kalo dipikir-pikir. Sebagai civitas akademika, tindakan mereka justru tidak mencerminkan sifat insan akademis itu sendiri, yaitu bergerak sesuai data dan fakta yang ada. Keputusan sepihak yang di ambil juga tergesa-gesa. Berbeda dengan penuturan Alm. Prof. Iskandar Alisjahbana yang mengutamakan sikap Insan Akademis dari setiap civitas akademik ITB.

Pagi yang aneh...

Pagi tadi, bersyukur bisa bangun pagi karena tiba-tiab seseorang yang aneh masuk kamar awak dan langsung menyerang dengan serangan stabilo untuk membangunkan awak. Dialognya:

Oryza : "Pagi cowok"

Ivan : "Ehm... iyah.... kenapa bang?"

Oryza : "aduh, hari ini gw kebaktian padang nih...hehehe"

Ivan: "Ya udah sana.... mandi... terus berangkat (udah jam 7 lebih)"

Oryza : "iyah.... tapi kamu juga bangun dong" (sambil memakai nada orang homo yang menjijikkan)

Lalu dengan seketika beliau mengambil stabilo yang ada di atas meja dan mulai mencoret-coretkan itu stabilo ke badan gw yang terlelap tidur. Kontan awak langsung bangun dan langsung berteriak "BANG RYZA!!!!!!"

Alhasil aku akhirnya bisa bangun pagi setelah dikerjain ama abang sepupuku yang aneh itu...
Puji Tuhan akhirnya bisa Sa-Te dan main bola deh... hehehehehehe

Selasa, 17 Februari 2009

Manusia Baru

Setiap manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa. Alkitab mengatakan bahwa pada hakikatnya manusia tidak dapat dilepaskan dari dosa asal itu sendiri oleh karena Bapak-Ibu moyang kita telah melakukan dosa dan itu diturunkan kepada anakny-anaknya. Logika paling mudah untuk menjabarkan hal ini adalah ketika manusia masih kecil, manusia mampu melakukan dosa tanpa harus diajari (salah satunya saya).

Hal ini mengakibatkan manusia menjadi orang yang telah rusak kemuliaannya (rusak loh... bukan hilang). "Jalan yang disangka lurus ternyata ujungnya membawa maut" merupakan salah satu bentuk kerusakan kemuliaan manusia itu sendiri. Pada akhirnya, usaha manusia untuk mencapai kehidupan benar (suci) berakhir pada jalan kebuntuan akibat dosa yang telah melekat itu sendiri.

Setiap usaha manusia sendiri yang menihilkan status keberadaan Allah sama sekali justru akan membawa kerusakan total bagi sekitarnya karena rusaknya kemuliaan manusia mula-mula (tidak adanya pengetahuan yang tepat pada manusia). Namun, seperti dosa masuk ke dalam dunia melalui satu pribadi, maka dosa juga ditebus melalui satu pribadi. Pribadi ini dalam kekristenan dikenal dengan nama "Yesus Kristus" dan diberikan kepada setiap orang yang percaya.

Paulus berkata, setelah orang menjadi percaya, manusia seharusnya telah meninggalkan sikap dunianya dan menjadi ciptaan baru yang memiliki kehendak untuk serupa dengan Kristus (Progressive Saintification). Berdasarkan pernyataan ini, maka manusia diharuskan untuk menata ulang sistem pemikiran, sistem filsafatnya dan sistem spiritualnya. Itulah mengapa setiap orang harus rajin membaca Alkitab. Hal ini dimaksudkan agar setiap "paham lamanya" dapat dibongkar, diteropong, disinari, dicek, dan disusun ulang.

Oleh karena itu, bagi teman-teman Kristiani....
Yuk rajuin-rajin baca Alkitab