Pagi kemarin, aku sama berberapa temanku bermain bola dengan asyiknya di lapangan "tanah" di Imam Bonjol (latihan rutin bola-HME). Senang nian daku karena bisa bermain begitu lepas. Selasai bermain masih bisa buka-buka buku sedikitt baca-baca dan nonton-nonton dari komputer. Setelah itu bisa tidur dengan senang
Namun, hari ini, kagak enak abis!!!!!
Sakit-sakitan di kost-an sendirian.
Ini pasti gara-gara kemarin kena hujan berkali-kali dan akhirnya sakitnya bertumpuk-tumpuk. Bayangin ajah, habis makan kena hujan (tanpa pakai payung), jalan ke kampus kena hujan (gak ada pake payung lagi), sampe pulang pun kena hujan lagi (naik motor kenceng-kenceng dan TIDAK PAKAI PAYUNG JUGA).
Walhasil aku pun gak bisa menikmati hari ini dengan begitu nyaman. Makan gak enak, minum kerasa sakit, tidur kepala nyut-nyutan, belajar boro-boro, nonton film apa lagi...
Bahkan ketika saya lagi nulis ini blog, perlu diketahui saya sedang menahan sakit yang amat sangat tidak mengenakkan. Namun, demi memberikan informasi terbaru untuk pembaca sekalian, daku rela sakit-sakitan dan rela disakiti (halah........lebay kali pun)
Pelajaran berharga yang bisa diambil dari sini adalah:
1. Hargai kesehatan yang sudah anda miliki.
2. Gunakan waktu anda dengan sebaik-baiknya ketika anda sehat agar tidak terbuang sia-sia
3. Jangan mau sakit lagi...
Rabu, 11 Maret 2009
Sabtu, 07 Maret 2009
Penutupan Dies Emas yang menggugah
Hari ini, aku datang ke kampus pagi-pagi sekali. Unit ku tampil hari ini dalam rangka penutupan Dies Natalis
Emas ITB. Aku datang sambil sekalian nunggu jadwal main bola dari HME. hehehe...
Acaranya cukup heboh. Keren dan yah....lumayan menakjubkan walaupun yang nonton rada sepi. Yang nonton
cuma anggota unit-unit yang tampil doang plus beberapa anak SR yang lagi ambil gambar lewat kameranya
(Lagian buat acara pagi-pagi, hari sabtu pulak)....
Setelah agak puas nontonin orang nampil di plawid awak langsung cabut ke lapangan CC. Ternyata oh ternyata....ada penampilan dari beberapa unit lain juga disana. Yang lagi nampil waktu itu ISO. Wauw kk wauw...(kaskus mode on)... Mantap mainnya.... Waktu sedang menonton, aku memutuskan untuk lihat-lihat keadaan sebentar, ngeliat yang lagi nonton, ngeliat temen-temen HME siapa aja (ada yang baru jadian ternyata disitu) dan tiba-tiba kelihatalah sebuah dinding yang ukurannya cukup besar dan banyak berisi tulisan-tulisan lucu. Waktu kutanya sama temenku disebelah, apa gunanya ituh dinding, kenapa banyak tulisannya, Plus ada tulisan juga "Selamat Ulang
Tahun ITB dari Jak mania ITB" yang gw rasa gw tahu siapa ituh oknum yang nulis beliau langsung menjelaskan bahwa dinding itu emang sengaja diperuntukkan buat semua mahasiswa yang mau nulis dan ngasih ucapan selamat buat sang "Ganesha" atas ulang tahunnya yang ke-50. Lucu dan kreatif juga yah idenya... (kayak tugu yang di jakarta yang boleh dicorat-coret).
Namun, dari semua tulisan tersebut, banyak kelihatan tulisan yang menunjukkan kekecewaan dari berbagai mahasiswa terhadap apa yang dilakukan oleh ITB dalam rangka mencari uang (dana abadi -red) untuk memenuhi kebutuhan finansialnya supaya tetap jalan. Selain itu, ada juga tulisan yang mengkritik perkembangan ITB yang semakin melempem.
Jadi inget kata Pak Budi waktu ngajar dulu ,"ITB dulu ama sekarang beda. Walau sama-sama top, cuman skalanya beda jauh banget. Dulu Universitas no.2 setelah ITB bedanya bisa 5 level, kalo sekarang paling bedanya cuma ampe 2 level". Hm.... sedih juga sih dengernya...
Melihat dan mengingat hal tersebut, awak langsung mikir siapa yang menyebabkan semua ini? Pemerintah? Rektorat? Rakyat? mahasiswa? alumni? unit-unit? atau para pengusaha di dunia lain yang tak bisa dijangkau sama tangan kita lagi?
Kalau dipikirin baik-baik sih, sebenarnya kita semua juga ambil bagian dalam kemunduran ini. Gak perlu disebutin satu-satu. Kita cukup sadar bahwa kita juga bersalah dalam hal ini dan harus introspeksi diri kita mengenai apa saja kegiatan yang kita lakukan selama ini yang menyebabkan dunia pendidikan di ITB semakin bobrok.
Semoga semua sadar kalo kita ini punya dampak dalam semua hal. Kita harus ingat bahwa sebelum kita melakukan segala sesuatu kita harus berpikir apakah tindakan itu akan membawa kebaikan bagi banyak pihak atau tidak.
Salam...
Emas ITB. Aku datang sambil sekalian nunggu jadwal main bola dari HME. hehehe...
Acaranya cukup heboh. Keren dan yah....lumayan menakjubkan walaupun yang nonton rada sepi. Yang nonton
cuma anggota unit-unit yang tampil doang plus beberapa anak SR yang lagi ambil gambar lewat kameranya
(Lagian buat acara pagi-pagi, hari sabtu pulak)....
Setelah agak puas nontonin orang nampil di plawid awak langsung cabut ke lapangan CC. Ternyata oh ternyata....ada penampilan dari beberapa unit lain juga disana. Yang lagi nampil waktu itu ISO. Wauw kk wauw...(kaskus mode on)... Mantap mainnya.... Waktu sedang menonton, aku memutuskan untuk lihat-lihat keadaan sebentar, ngeliat yang lagi nonton, ngeliat temen-temen HME siapa aja (ada yang baru jadian ternyata disitu) dan tiba-tiba kelihatalah sebuah dinding yang ukurannya cukup besar dan banyak berisi tulisan-tulisan lucu. Waktu kutanya sama temenku disebelah, apa gunanya ituh dinding, kenapa banyak tulisannya, Plus ada tulisan juga "Selamat Ulang
Tahun ITB dari Jak mania ITB" yang gw rasa gw tahu siapa ituh oknum yang nulis beliau langsung menjelaskan bahwa dinding itu emang sengaja diperuntukkan buat semua mahasiswa yang mau nulis dan ngasih ucapan selamat buat sang "Ganesha" atas ulang tahunnya yang ke-50. Lucu dan kreatif juga yah idenya... (kayak tugu yang di jakarta yang boleh dicorat-coret).
Namun, dari semua tulisan tersebut, banyak kelihatan tulisan yang menunjukkan kekecewaan dari berbagai mahasiswa terhadap apa yang dilakukan oleh ITB dalam rangka mencari uang (dana abadi -red) untuk memenuhi kebutuhan finansialnya supaya tetap jalan. Selain itu, ada juga tulisan yang mengkritik perkembangan ITB yang semakin melempem.
Jadi inget kata Pak Budi waktu ngajar dulu ,"ITB dulu ama sekarang beda. Walau sama-sama top, cuman skalanya beda jauh banget. Dulu Universitas no.2 setelah ITB bedanya bisa 5 level, kalo sekarang paling bedanya cuma ampe 2 level". Hm.... sedih juga sih dengernya...
Melihat dan mengingat hal tersebut, awak langsung mikir siapa yang menyebabkan semua ini? Pemerintah? Rektorat? Rakyat? mahasiswa? alumni? unit-unit? atau para pengusaha di dunia lain yang tak bisa dijangkau sama tangan kita lagi?
Kalau dipikirin baik-baik sih, sebenarnya kita semua juga ambil bagian dalam kemunduran ini. Gak perlu disebutin satu-satu. Kita cukup sadar bahwa kita juga bersalah dalam hal ini dan harus introspeksi diri kita mengenai apa saja kegiatan yang kita lakukan selama ini yang menyebabkan dunia pendidikan di ITB semakin bobrok.
Semoga semua sadar kalo kita ini punya dampak dalam semua hal. Kita harus ingat bahwa sebelum kita melakukan segala sesuatu kita harus berpikir apakah tindakan itu akan membawa kebaikan bagi banyak pihak atau tidak.
Salam...
Langganan:
Postingan (Atom)
