Malam ini , Ivan bertemu dengan seorang kawan di UKSU. Rencana tadi mau rapat dengan beberapa kawan membicarakan tentang kegiatan yang akan diadakan dekat-dekat ini. Namun, apa daya, bahan yang mau dibicarakan belum didapat dari sumbernya
alhasil kami batal rapat.
Setelah itu, kami akhirnya bercanda ria di sekre tercinta kami bersama beberapa teman dan kawan-kawan di sana. Latihan persiapan Dies Natalis Uksu ke-30 ikut mengiringi kami bercanda ria (saling menghujat dan saling bergulat) di sekre.
Ditengah bercanda-canda ria, aku memperhatikan 2 kawanku sedang berbicara serius dan intens banget. Tertarik, aku hampiri mereka dan kudengarkan permasalahan apa yang mereka bicarakan. Hm... ternyata mereka sedang membicarakan tentang keputusan Rektorat tentang kasus kaderisasi kemarin...
Hm...Sambil ikut memperhatikan aku menemukan banyak ungkapan kekecewaan mereka terhadap rektorat. Terutama mereka berdua berada di Fakultas yang sama, FTSL. Alhasil, mereka menyayangkan keputusan rektorat yang pasti menyulitkan teman-temannya. Salah satu temanku juga mengeluhkan mengenai pola pengambilan kepuusan yang mereka lakukan sebelum mendengar segala sesuatunya dari pihak yang terkait. Sungguh mengenaskan memang kalo dipikir-pikir. Sebagai civitas akademika, tindakan mereka justru tidak mencerminkan sifat insan akademis itu sendiri, yaitu bergerak sesuai data dan fakta yang ada. Keputusan sepihak yang di ambil juga tergesa-gesa. Berbeda dengan penuturan Alm. Prof. Iskandar Alisjahbana yang mengutamakan sikap Insan Akademis dari setiap civitas akademik ITB.
Sabtu, 21 Februari 2009
Pagi yang aneh...
Pagi tadi, bersyukur bisa bangun pagi karena tiba-tiab seseorang yang aneh masuk kamar awak dan langsung menyerang dengan serangan stabilo untuk membangunkan awak. Dialognya:
Oryza : "Pagi cowok"
Ivan : "Ehm... iyah.... kenapa bang?"
Oryza : "aduh, hari ini gw kebaktian padang nih...hehehe"
Ivan: "Ya udah sana.... mandi... terus berangkat (udah jam 7 lebih)"
Oryza : "iyah.... tapi kamu juga bangun dong" (sambil memakai nada orang homo yang menjijikkan)
Lalu dengan seketika beliau mengambil stabilo yang ada di atas meja dan mulai mencoret-coretkan itu stabilo ke badan gw yang terlelap tidur. Kontan awak langsung bangun dan langsung berteriak "BANG RYZA!!!!!!"
Alhasil aku akhirnya bisa bangun pagi setelah dikerjain ama abang sepupuku yang aneh itu...
Puji Tuhan akhirnya bisa Sa-Te dan main bola deh... hehehehehehe
Oryza : "Pagi cowok"
Ivan : "Ehm... iyah.... kenapa bang?"
Oryza : "aduh, hari ini gw kebaktian padang nih...hehehe"
Ivan: "Ya udah sana.... mandi... terus berangkat (udah jam 7 lebih)"
Oryza : "iyah.... tapi kamu juga bangun dong" (sambil memakai nada orang homo yang menjijikkan)
Lalu dengan seketika beliau mengambil stabilo yang ada di atas meja dan mulai mencoret-coretkan itu stabilo ke badan gw yang terlelap tidur. Kontan awak langsung bangun dan langsung berteriak "BANG RYZA!!!!!!"
Alhasil aku akhirnya bisa bangun pagi setelah dikerjain ama abang sepupuku yang aneh itu...
Puji Tuhan akhirnya bisa Sa-Te dan main bola deh... hehehehehehe
Selasa, 17 Februari 2009
Manusia Baru
Setiap manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa. Alkitab mengatakan bahwa pada hakikatnya manusia tidak dapat dilepaskan dari dosa asal itu sendiri oleh karena Bapak-Ibu moyang kita telah melakukan dosa dan itu diturunkan kepada anakny-anaknya. Logika paling mudah untuk menjabarkan hal ini adalah ketika manusia masih kecil, manusia mampu melakukan dosa tanpa harus diajari (salah satunya saya).
Hal ini mengakibatkan manusia menjadi orang yang telah rusak kemuliaannya (rusak loh... bukan hilang). "Jalan yang disangka lurus ternyata ujungnya membawa maut" merupakan salah satu bentuk kerusakan kemuliaan manusia itu sendiri. Pada akhirnya, usaha manusia untuk mencapai kehidupan benar (suci) berakhir pada jalan kebuntuan akibat dosa yang telah melekat itu sendiri.
Setiap usaha manusia sendiri yang menihilkan status keberadaan Allah sama sekali justru akan membawa kerusakan total bagi sekitarnya karena rusaknya kemuliaan manusia mula-mula (tidak adanya pengetahuan yang tepat pada manusia). Namun, seperti dosa masuk ke dalam dunia melalui satu pribadi, maka dosa juga ditebus melalui satu pribadi. Pribadi ini dalam kekristenan dikenal dengan nama "Yesus Kristus" dan diberikan kepada setiap orang yang percaya.
Paulus berkata, setelah orang menjadi percaya, manusia seharusnya telah meninggalkan sikap dunianya dan menjadi ciptaan baru yang memiliki kehendak untuk serupa dengan Kristus (Progressive Saintification). Berdasarkan pernyataan ini, maka manusia diharuskan untuk menata ulang sistem pemikiran, sistem filsafatnya dan sistem spiritualnya. Itulah mengapa setiap orang harus rajin membaca Alkitab. Hal ini dimaksudkan agar setiap "paham lamanya" dapat dibongkar, diteropong, disinari, dicek, dan disusun ulang.
Oleh karena itu, bagi teman-teman Kristiani....
Yuk rajuin-rajin baca Alkitab
Hal ini mengakibatkan manusia menjadi orang yang telah rusak kemuliaannya (rusak loh... bukan hilang). "Jalan yang disangka lurus ternyata ujungnya membawa maut" merupakan salah satu bentuk kerusakan kemuliaan manusia itu sendiri. Pada akhirnya, usaha manusia untuk mencapai kehidupan benar (suci) berakhir pada jalan kebuntuan akibat dosa yang telah melekat itu sendiri.
Setiap usaha manusia sendiri yang menihilkan status keberadaan Allah sama sekali justru akan membawa kerusakan total bagi sekitarnya karena rusaknya kemuliaan manusia mula-mula (tidak adanya pengetahuan yang tepat pada manusia). Namun, seperti dosa masuk ke dalam dunia melalui satu pribadi, maka dosa juga ditebus melalui satu pribadi. Pribadi ini dalam kekristenan dikenal dengan nama "Yesus Kristus" dan diberikan kepada setiap orang yang percaya.
Paulus berkata, setelah orang menjadi percaya, manusia seharusnya telah meninggalkan sikap dunianya dan menjadi ciptaan baru yang memiliki kehendak untuk serupa dengan Kristus (Progressive Saintification). Berdasarkan pernyataan ini, maka manusia diharuskan untuk menata ulang sistem pemikiran, sistem filsafatnya dan sistem spiritualnya. Itulah mengapa setiap orang harus rajin membaca Alkitab. Hal ini dimaksudkan agar setiap "paham lamanya" dapat dibongkar, diteropong, disinari, dicek, dan disusun ulang.
Oleh karena itu, bagi teman-teman Kristiani....
Yuk rajuin-rajin baca Alkitab
Langganan:
Postingan (Atom)
