Sabtu, 07 Maret 2009

Penutupan Dies Emas yang menggugah

Hari ini, aku datang ke kampus pagi-pagi sekali. Unit ku tampil hari ini dalam rangka penutupan Dies Natalis

Emas ITB. Aku datang sambil sekalian nunggu jadwal main bola dari HME. hehehe...
Acaranya cukup heboh. Keren dan yah....lumayan menakjubkan walaupun yang nonton rada sepi. Yang nonton

cuma anggota unit-unit yang tampil doang plus beberapa anak SR yang lagi ambil gambar lewat kameranya

(Lagian buat acara pagi-pagi, hari sabtu pulak)....

Setelah agak puas nontonin orang nampil di plawid awak langsung cabut ke lapangan CC. Ternyata oh ternyata....ada penampilan dari beberapa unit lain juga disana. Yang lagi nampil waktu itu ISO. Wauw kk wauw...(kaskus mode on)... Mantap mainnya.... Waktu sedang menonton, aku memutuskan untuk lihat-lihat keadaan sebentar, ngeliat yang lagi nonton, ngeliat temen-temen HME siapa aja (ada yang baru jadian ternyata disitu) dan tiba-tiba kelihatalah sebuah dinding yang ukurannya cukup besar dan banyak berisi tulisan-tulisan lucu. Waktu kutanya sama temenku disebelah, apa gunanya ituh dinding, kenapa banyak tulisannya, Plus ada tulisan juga "Selamat Ulang

Tahun ITB dari Jak mania ITB" yang gw rasa gw tahu siapa ituh oknum yang nulis beliau langsung menjelaskan bahwa dinding itu emang sengaja diperuntukkan buat semua mahasiswa yang mau nulis dan ngasih ucapan selamat buat sang "Ganesha" atas ulang tahunnya yang ke-50. Lucu dan kreatif juga yah idenya... (kayak tugu yang di jakarta yang boleh dicorat-coret).

Namun, dari semua tulisan tersebut, banyak kelihatan tulisan yang menunjukkan kekecewaan dari berbagai mahasiswa terhadap apa yang dilakukan oleh ITB dalam rangka mencari uang (dana abadi -red) untuk memenuhi kebutuhan finansialnya supaya tetap jalan. Selain itu, ada juga tulisan yang mengkritik perkembangan ITB yang semakin melempem.
Jadi inget kata Pak Budi waktu ngajar dulu ,"ITB dulu ama sekarang beda. Walau sama-sama top, cuman skalanya beda jauh banget. Dulu Universitas no.2 setelah ITB bedanya bisa 5 level, kalo sekarang paling bedanya cuma ampe 2 level". Hm.... sedih juga sih dengernya...
Melihat dan mengingat hal tersebut, awak langsung mikir siapa yang menyebabkan semua ini? Pemerintah? Rektorat? Rakyat? mahasiswa? alumni? unit-unit? atau para pengusaha di dunia lain yang tak bisa dijangkau sama tangan kita lagi?
Kalau dipikirin baik-baik sih, sebenarnya kita semua juga ambil bagian dalam kemunduran ini. Gak perlu disebutin satu-satu. Kita cukup sadar bahwa kita juga bersalah dalam hal ini dan harus introspeksi diri kita mengenai apa saja kegiatan yang kita lakukan selama ini yang menyebabkan dunia pendidikan di ITB semakin bobrok.

Semoga semua sadar kalo kita ini punya dampak dalam semua hal. Kita harus ingat bahwa sebelum kita melakukan segala sesuatu kita harus berpikir apakah tindakan itu akan membawa kebaikan bagi banyak pihak atau tidak.

Salam...

Tidak ada komentar: