Sabtu, 29 September 2007

Ngukur Diameter bulan Oiiiiii

Tulisan yang berikut ini akan mengungkapkan salah satu cara mengukur diameter bulan. Ehm... cukup menarik!!!! Bagaimana caranya mengukur diameter bulan pada saat keadaan kita sangat terbatas? Pasti semua bisa jawabnya (pakai teleskop aja). Tapi kini keadaannya berbeda agak jauh, yaitu kita hidup di masa renaissance dimana Galileo belum menemukan teleskop.

Nah...cara yang saya pakai kurang lebih seperti gambar ini:



Cuma bedanya kalau orang itu
memakai alat ukur semacam pakai jangka, saya hanya memakai kepala flash disk sebagai standard ukuran (tapi kalau dipikir-pikir, orang-orang di zaman itu kan belum punya flash disk!?).





Namun prinsip yang saya pakai kurang lebih sama yaitu memakai prinsip kesebandingan segitiga. Ukuran-ukuran yang saya pakai dan prinsip yang saya coba terapkan antara l
ain sebagai berikut :

A = bulan
B = bumi
C = kepala flash disk

dan sekarang kita memakai prinsip kesebangunan segitiga yaitu:

(Jarak [A-B]/Jarak[C-B]) = (Diameter A/Diameter C)

Sehingga dari persamaan tersebut kita dapat menurunkan

Diameter A = (Jarak [A-B] x Diameter C)/(Jarak [B-C])

Dan melalui penelusuran yang lebih lanjut, saya menemukan bahwa :

Jarak [A-B] =
+ 38 x 109 cm
Jarak [B-C] =
+ 60 cm
Diameter C =
+
0,6 cm

Dari semua data diatas, maka dapat dihitung bahwa diameter bulan ( Diameter A ) adalah :

3. 800-an Km

dan dari semua sumber yang bisa dipercaya, ternyata ukuran diameter bulan kurang lebih 3.500-an Km. Fiuh... ternyata gak gitu beda jauh.....

Tidak ada komentar: