Sabtu, 21 Februari 2009

Berdiskusi tentang Rektorat

Malam ini , Ivan bertemu dengan seorang kawan di UKSU. Rencana tadi mau rapat dengan beberapa kawan membicarakan tentang kegiatan yang akan diadakan dekat-dekat ini. Namun, apa daya, bahan yang mau dibicarakan belum didapat dari sumbernya
alhasil kami batal rapat.

Setelah itu, kami akhirnya bercanda ria di sekre tercinta kami bersama beberapa teman dan kawan-kawan di sana. Latihan persiapan Dies Natalis Uksu ke-30 ikut mengiringi kami bercanda ria (saling menghujat dan saling bergulat) di sekre.

Ditengah bercanda-canda ria, aku memperhatikan 2 kawanku sedang berbicara serius dan intens banget. Tertarik, aku hampiri mereka dan kudengarkan permasalahan apa yang mereka bicarakan. Hm... ternyata mereka sedang membicarakan tentang keputusan Rektorat tentang kasus kaderisasi kemarin...

Hm...Sambil ikut memperhatikan aku menemukan banyak ungkapan kekecewaan mereka terhadap rektorat. Terutama mereka berdua berada di Fakultas yang sama, FTSL. Alhasil, mereka menyayangkan keputusan rektorat yang pasti menyulitkan teman-temannya. Salah satu temanku juga mengeluhkan mengenai pola pengambilan kepuusan yang mereka lakukan sebelum mendengar segala sesuatunya dari pihak yang terkait. Sungguh mengenaskan memang kalo dipikir-pikir. Sebagai civitas akademika, tindakan mereka justru tidak mencerminkan sifat insan akademis itu sendiri, yaitu bergerak sesuai data dan fakta yang ada. Keputusan sepihak yang di ambil juga tergesa-gesa. Berbeda dengan penuturan Alm. Prof. Iskandar Alisjahbana yang mengutamakan sikap Insan Akademis dari setiap civitas akademik ITB.

Tidak ada komentar: