Setiap manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa. Alkitab mengatakan bahwa pada hakikatnya manusia tidak dapat dilepaskan dari dosa asal itu sendiri oleh karena Bapak-Ibu moyang kita telah melakukan dosa dan itu diturunkan kepada anakny-anaknya. Logika paling mudah untuk menjabarkan hal ini adalah ketika manusia masih kecil, manusia mampu melakukan dosa tanpa harus diajari (salah satunya saya).
Hal ini mengakibatkan manusia menjadi orang yang telah rusak kemuliaannya (rusak loh... bukan hilang). "Jalan yang disangka lurus ternyata ujungnya membawa maut" merupakan salah satu bentuk kerusakan kemuliaan manusia itu sendiri. Pada akhirnya, usaha manusia untuk mencapai kehidupan benar (suci) berakhir pada jalan kebuntuan akibat dosa yang telah melekat itu sendiri.
Setiap usaha manusia sendiri yang menihilkan status keberadaan Allah sama sekali justru akan membawa kerusakan total bagi sekitarnya karena rusaknya kemuliaan manusia mula-mula (tidak adanya pengetahuan yang tepat pada manusia). Namun, seperti dosa masuk ke dalam dunia melalui satu pribadi, maka dosa juga ditebus melalui satu pribadi. Pribadi ini dalam kekristenan dikenal dengan nama "Yesus Kristus" dan diberikan kepada setiap orang yang percaya.
Paulus berkata, setelah orang menjadi percaya, manusia seharusnya telah meninggalkan sikap dunianya dan menjadi ciptaan baru yang memiliki kehendak untuk serupa dengan Kristus (Progressive Saintification). Berdasarkan pernyataan ini, maka manusia diharuskan untuk menata ulang sistem pemikiran, sistem filsafatnya dan sistem spiritualnya. Itulah mengapa setiap orang harus rajin membaca Alkitab. Hal ini dimaksudkan agar setiap "paham lamanya" dapat dibongkar, diteropong, disinari, dicek, dan disusun ulang.
Oleh karena itu, bagi teman-teman Kristiani....
Yuk rajuin-rajin baca Alkitab
Selasa, 17 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar